jump to navigation

Guru… 24 November 2007

Posted by aal in Esai.
trackback

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Momen ini mestinya tidak berhenti pada ritual dan seremonial tahunan belaka. Guru tidak cukup hanya diberi predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang diulang-ulang dalam setiap tahunnya oleh pemerintah.

Kesabaran, kegigihan, dan ketelatenannya, telah mengantarkan kita menjadi manusia yang bisa menulis, membaca, serta berkomunikasi dengan baik antar sesama. Guru adalah penterjemah pengetahuan.

Karenanya, ia layak “digugu dan ditiru”. Orang yang lupa akan jasa seorang guru, berarti tak layak untuk ditiru. Begitupula dengan negara. Negara, sejatinya mensejahterakan dan memperjuangakan nasib guru—sebagaimana mereka (para guru) memperlakukan presiden, wakil presiden dan orang-orang pintar lainnya di parlemen sana sewaktu masih belajar mengeja di bangku SD. Sudahkan nasibmu kian membaik wahai guru?

***

Bicara soal guru, saya teringat kisah perjuangan seorang guru bernama Erin Gruwell dalam film The Freedom Writers. Ia mampu menciptakan perdamaian untuk siswa-siswinya, di tengah konflik pertentangan antar etnis, ras, kelompok: antara kulit hitam dan kulit putih.

Dalam film itu, terkesimak hubungan dialogis antara siswa dan guru. Tak ada subjek dan objek di sana. Semuanya bertindak menjadi subjek. Persis seperti gagasan pemikir pendidikan asal Brasil, Paulo Freire yang tidak menginginkan kegiatan belajar mengajar “gaya bank”.

Di sana terlihat bagaimana sang guru memberikan stimulasi kepada siswa-siswinya untuk menulis dan membaca dengan cara yang unik; menulis sebuah catatan harian dan juga membaca sebuah karangan yang temanya amat dekat dengan kondisi siswa-siswinya.

Memang begitulah semestinya. Guru dituntut dalam mengajari anak didik tidak dengan cara monoton dan penuh positivistik. Tetapi dibutuhkan kreatifitas dan seni mengajar yang baik untuk dapat menyerap ilmu dengan mudah dan lancar.

***

Menonton film itu saya membayangkan hal tersebut terjadi di negara kita. Karena konon, model pembelajaran seperti itu diterapkan di lembaga pendidikan tempat film itu dibuat. Bila anda juga pernah menonton, sudikah anda memberikan komentar?

Komentar»

1. Syaiful Bari - 26 November 2007

Gus, blogku yang sering di-up date adalah http://www.ejakata.wordpress.com
Jadi, ini aja yang dilink ke blog sampeyan!!!
Bileh abiniah?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: