jump to navigation

Hasil Polling Terpercaya: 99% Dukung FPI Bubar! 4 Juni 2008

Posted by aal in Esai.
trackback

Aksi brutal dan tindak anarkis anggota Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), di Monas, 1 Juni 2008 lalu, sungguh telah mencederai kebebasan beragama yang telah lama disemai di bumi pertiwi ini.

 

Sejak saat itu, pelbagai wacana, isu, dan polling tersebar di mana-mana, yang pada intinya berisi sama, yaitu menanyakan pendapat publik apakah FPI perlu dibubarkan atau tidak. Berikut ini saya tampilkan kesimpulan dari ragam tuntutan itu.

 

Tak perlu mengklik apapun. Tak perlu juga men-download menu tertentu. Sebab dengan Anda ikut membaca, mengeja, dan memeriksa tulisan ini, berarti Anda ikut berpartisipasi dalam rangka menuntut pembubaran FPI.

 

Terima kasih atas partisipasinya. Semoga Tuhan membalas usaha dan amal baik Anda.

 

Amien…

Komentar»

1. Hatim Gazali - 6 Juni 2008

al, siapa yang ngirim tulisan atas nama nong darul mahmada. Kirimin emailnya yang ngirim dong…..!

2. Agus Wibowo "Erasmus" - 6 Juni 2008

Gimana..Erasmus dimuat lagi lho…ayo kita buat komunitas “Erasmus Sapen Rotterdam”……He he …

3. geistijany - 8 Juni 2008

FPI tak bubar krn suara trbnyak…aklamasi yg tak bs nentuin apa2….lgpula setan itu banyak, nyataY mrka bukan pemilik kebenaran….

4. junior - 12 Juni 2008

nama blog terlalu panjang, ganti dengan nama kita.co.cc
di
http://cari-kebenaran.blogspot. com/2008/05/domain-gratis.html

5. Benni - 20 Juni 2008

Terima kasih Al. Saya hanya ingin kembali menulis untuk media-media lokal, karena saya masih memblaclist media nasional yang pernah saya ceritakan kemarin dulu. Semoga tulisan saya di PR dapat menambah motivasi teman-teman yang lain untuk terus menulis. Oya, saya masih di desa, jadi hari ini kebetulan ke warnet. Salam. Nuwun
Bapake Satriya

6. syaiful - 20 Juni 2008

mg2 qta bisa meneladani jejak Benni

7. Benni - 21 Juni 2008

Al, jangan saling lempar kenikmatan. Saya dorong teman-temanh untuk segera menikah. Agar rizki terus lancar dan dapat menikmati indahnya hidup. Salam

8. Benni - 21 Juni 2008

Ayo menikah, jangan ragu-ragu

9. Agus - 21 Juni 2008

Pak aal, kita jangan sampai tergoda bujuk-rayu iblis dan syaitan lho…selama ekonomi belum mapan, jangan dulu nikah…saudara-saudaraku terdahulu sudah menjadi contoh betapa susahnya berkeluarga tatkala ekonomi belum mapan. Kalau Kang Beni lain ceritanya,…dan seribu satu deh yang bisa gitu. Lagian enak seperti kita, kalau mau kongkow ma temen tinggal SMS langsung bisa datang, gmana kalau punya anak? wuah kalau masih bayi harus menjaga biar tidur dulu, wah pokoknya rebes alias ribet….he…he (maksudnya, biar aku ada temen yang blm nikah, he,he)

10. syaiful - 21 Juni 2008

siap tak siap, aal harus segera nikah. setelah itu, aku bersedia jadi makmumnya…

11. yamin - 21 Juni 2008

Aku setuju itu, segeralah menikah yang sudah siap menikah baik Ipung, Agus. Aku menyusul di belakang…

12. aal - 22 Juni 2008

eh, menikah itu apa ya? wah, wacana itu kok gak aku baca di media si…🙂
wadduh, ampuuuunnnn deh, no comment kalo ngomong masalah nikah. tp yang pasti, dalam hal ini aku mau mengalah pada org yang lebih “sepuh” untuk melangkah terlebih dahulu. kalo aku mendahuli, apa kata dunia? karba bo!🙂
bukan krn alasan mau nemenin agus, bukan juga takut memakmumi syaiful dan yamin, tp aku mau mengamalkan anjuran agama, yang disebut “itsar” (mendahulukan org lain untuk kebaikan).🙂

13. aal - 22 Juni 2008

karma bo!🙂

14. Benni - 22 Juni 2008

Oo, ada apa sahabat-sahabat saya ini. Tidak usah “mengerdilkan” diri sendiri. Setiap orang mampu untuk itu. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, seseorang akan dapat menjalaninya dengan baik. Oya, saya ingat sebuat hadis, bahwa dengan menikah malaikat akan selalu berdoa memohonkan rizki kepad Tuhan YME. Malaikatpun akan senantiasa memberkahi orang-orang tersebut. Wallahu A’lam.
Sukses
Kapan kita kumpul lagi, Mumpung Ipung ada di Yk

15. yamin - 22 Juni 2008

Sahabat2, aku lebih sreg dengan apa yang dikatakan Benni, tidak usah memandang siapa yang lebih tua untuk lebih dulu segere menikah, yang penting ada niat dulu dan sudah ada pasangan. Jadi, siapa yang sudah punya pasangan duluan, itu segeralah naik ke pelaminan. Aku sendri ingin cepat juga tapi karena belum pny pasangan, jadi harus cari dulu. Rezeki akan datang sendiri. Allah SWT akan menambah rezeki bagi yang menikah. amin…3x

16. HILMAN - 26 Juni 2008

ngeriiiiii…kalo pak aal sudah marah besar…!!!

17. Edy Firmansyah - 26 Juni 2008

Kang Aal, Tulisannya dimuat di PIKIRAN RAKYAT hari ini. Selamat, Ya!

18. Benni - 26 Juni 2008

Selamat juga untukmu Sahabat. Ternyata sekarang PR diserang oleh anak-anak Jogja. salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: